Hyundai Siapkan Hot Hatch Baru Bermesin Bensin, Lebih Murah dan Bukan Mobil Listrik
Felix Ganafi
|23 Juni 2026

Di tengah tren elektrifikasi yang semakin masif, Hyundai justru memberikan angin segar bagi para pecinta mobil performa bermesin konvensional. Pabrikan asal Korea Selatan tersebut mengonfirmasi tengah menyiapkan model hot hatch baru yang akan lebih kecil, lebih terjangkau, dan tidak sepenuhnya mengandalkan tenaga listrik.
Saat ini, jajaran mobil performa Hyundai hanya diisi oleh Ioniq 5 N dan Ioniq 6 N, yang hadir sebagai kendaraan listrik berperforma tinggi. Namun, harga yang relatif tinggi membuat kedua model tersebut sulit dijangkau oleh sebagian besar penggemar mobil sport kompak.

Menurut President and CEO Hyundai Motor Europe, Xavier Martinet, Hyundai tidak ingin lini N hanya identik dengan kendaraan listrik. Sementara itu, Head of R&D Hyundai Motor Group, Manfred Harrer, menilai kehadiran model performa entry-level sangat penting untuk menjaga kedekatan merek dengan para penggemarnya.
Kedua petinggi Hyundai tersebut sepakat bahwa karakter utama lini N harus tetap dipertahankan, yakni menawarkan pengalaman berkendara menyenangkan dengan harga yang relatif terjangkau. Strategi ini dinilai penting untuk menghidupkan kembali semangat yang pernah dibangun oleh Hyundai i30 N dan Hyundai i20 N.

Dari berbagai indikasi yang muncul, model yang paling berpeluang kembali adalah Hyundai i20 N. Hatchback performa ini dianggap memiliki ukuran dan posisi pasar yang tepat untuk mengisi celah antara mobil kompak harian dan kendaraan performa premium.
Selain itu, Hyundai baru saja memperkenalkan versi terbaru i20 untuk pasar Brasil. Langkah tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa basis kendaraan tersebut akan digunakan untuk menghadirkan generasi baru i20 N.

Untuk sektor dapur pacu, Hyundai diperkirakan masih akan mempertahankan mesin bensin 1.6 liter turbo yang selama ini menjadi andalan. Namun, guna memenuhi regulasi emisi yang semakin ketat, besar kemungkinan mesin tersebut akan dipadukan dengan teknologi hybrid.
Jika benar terealisasi, model ini berpotensi menjadi salah satu pilihan paling menarik di segmen hot hatch global. Pasalnya, sejumlah rival seperti Ford, Volkswagen, Peugeot, dan Renault mulai mengalihkan fokus ke kendaraan listrik, sehingga peluang Hyundai untuk menguasai pasar mobil performa kompak bermesin bensin menjadi semakin terbuka.

Langkah ini menunjukkan bahwa Hyundai berusaha menjaga keseimbangan antara tuntutan regulasi dan keinginan konsumen. Dengan kombinasi mobil listrik performa tinggi dan hot hatch bermesin bensin atau hybrid, Hyundai tampaknya ingin memastikan seluruh kebutuhan penggemarnya tetap terakomodasi di masa depan.