Inovasi Baterai Baru EV, Lebih Ringan dan Efisien
Felix Ganafi
|26 Maret 2026

Perkembangan teknologi kendaraan listrik (EV) terus mengalami lompatan besar, salah satunya melalui inovasi cell to body battery yang digadang-gadang menjadi solusi masa depan. Teknologi ini diyakini mampu membuat mobil listrik menjadi lebih ringan, efisien, dan berbiaya lebih rendah dibandingkan sistem baterai konvensional saat ini.
Selama ini, baterai mobil listrik terdiri dari beberapa lapisan struktur. Sel baterai disusun menjadi modul, lalu modul dikemas dalam satu paket besar yang disebut battery pack. Struktur berlapis ini memang aman, namun memiliki kelemahan berupa bobot yang berat dan desain yang kurang efisien karena membutuhkan ruang tambahan untuk pendinginan dan kabel.

Sejumlah produsen seperti BYD mulai mengubah pendekatan dengan menghilangkan modul dan langsung menyusun sel baterai ke dalam paket utama. Teknologi ini dikenal sebagai blade battery, yang tidak hanya menghemat ruang, tetapi juga meningkatkan efisiensi penggunaan energi.
Langkah berikutnya adalah pengembangan cell to body battery, di mana baterai tidak lagi menjadi komponen terpisah. Dalam sistem ini, baterai menjadi bagian dari struktur utama kendaraan atau monokok. Artinya, baterai dan bodi mobil menyatu menjadi satu kesatuan struktural.

Beberapa produsen besar sudah mulai mengadopsi konsep ini, seperti BMW melalui platform Neue Klasse, serta BYD pada model Seal. Pendekatan ini memungkinkan penggunaan ruang yang lebih optimal, sehingga mobil dapat menampung lebih banyak sel baterai tanpa menambah ukuran kendaraan.
Keuntungan utama dari teknologi ini adalah pengurangan bobot kendaraan secara signifikan, yang berdampak langsung pada peningkatan jarak tempuh. Selain itu, biaya produksi juga berpotensi lebih rendah karena jumlah komponen yang digunakan menjadi lebih sedikit.

Namun, teknologi ini juga menghadirkan tantangan baru. Produsen harus memastikan perlindungan baterai saat terjadi benturan serta menjaga suhu tetap stabil, mengingat baterai kini menjadi bagian dari struktur utama mobil.
Meski masih dalam tahap pengembangan, cell to body battery diprediksi akan menjadi standar baru dalam industri kendaraan listrik, menghadirkan mobil yang lebih efisien, ringan, dan terjangkau di masa depan.