Mesin Hybrid Terbarukan Horse Powertrain, Konsumsi BBM Dipangkas 40%
Felix Ganafi
|20 Februari 2026

Februari 2026 menjadi momentum penting bagi industri mesin global. Horse Powertrain, perusahaan patungan yang didukung Geely, Renault Group, dan Aramco, resmi memperkenalkan konsep mesin hybrid terbaru yang dirancang untuk beroperasi menggunakan bensin 100 persen terbarukan.
Mesin hybrid ini dikembangkan untuk menjawab tantangan efisiensi bahan bakar dan emisi karbon, di tengah transisi industri otomotif menuju elektrifikasi. Horse Powertrain menargetkan penurunan konsumsi bahan bakar hingga 40 persen dibandingkan rata-rata mobil penumpang baru di Eropa pada 2023. Prototipe kendaraan demonstrator pertama dijadwalkan tampil pada awal 2026.
Horse Powertrain sendiri berdiri pada 2024 sebagai pemasok mandiri yang menggabungkan lini mesin pembakaran internal dan hybrid milik Geely dan Renault. Struktur kepemilikannya terdiri dari 45 persen Geely, 45 persen Renault Group, dan 10 persen Aramco. Saat ini, perusahaan tersebut memasok sistem mesin dan hybrid untuk berbagai merek global, termasuk Renault, Geely Auto, Volvo Cars, Nissan, Mitsubishi Motors, dan Proton.

Teknologi terbaru ini berbasis konsep mesin Horse H12, yang dikembangkan bersama perusahaan energi asal Spanyol, Repsol. Horse Powertrain mengklaim mesin ini mampu mencapai efisiensi termal hingga 44,2 persen. Dalam pengujian standar WLTP, konsumsi bahan bakarnya tercatat di bawah 3,3 liter per 100 kilometer.
Pencapaian tersebut didukung oleh sejumlah inovasi teknis, seperti rasio kompresi tinggi 17:1, sistem exhaust gas recirculation (EGR) yang dirancang ulang, optimalisasi turbocharger, serta kalibrasi transmisi khusus untuk sistem hybrid. Seluruh pengembangan ini difokuskan untuk memaksimalkan efisiensi pembakaran sekaligus pemulihan energi dalam sistem penggerak hybrid.
Menariknya, mesin ini dirancang khusus untuk menggunakan bensin terbarukan penuh milik Repsol, yang diproduksi dari bahan baku terbarukan. Dengan asumsi jarak tempuh 12.500 km per tahun, kendaraan kelas menengah yang menggunakan sistem ini diklaim mampu menurunkan emisi CO₂ hingga sekitar 1,77 ton per tahun dibandingkan mobil bensin konvensional.

Saat ini, dua unit mesin prototipe telah selesai diproduksi dan diuji. Horse Powertrain menargetkan kendaraan demonstrator pertama yang mengusung sistem hybrid terbarukan ini akan diperkenalkan ke publik pada awal 2026.
Dengan operasional yang mencakup 17 pabrik manufaktur dan lima pusat riset dan pengembangan di berbagai negara, Horse Powertrain menegaskan posisinya sebagai pemain kunci dalam pengembangan teknologi mesin pembakaran internal dan hybrid. Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa teknologi hybrid masih memiliki peran strategis, berdampingan dengan kendaraan listrik murni, terutama di wilayah dengan kesiapan infrastruktur yang beragam.