Review BYD M6, mobil listrik keluarga 6-seater pertama di Indonesia
Arfian Alamsyah
|18 Oktober 2024

Tahun 2024 dari kalender Cina merupakan tahun Naga, Artinya ini adalah tahun keberuntungan bagi shio Naga. Maka tak heran bila pabrikan mobil asal Tiongkok ramai-ramai menerjunkan serdadu mereka. Tak terkecuali Build Your Dreams (BYD) dengan menurunkan M6.
M6 didaulat BYD sebagai mobil listrik keluarga pertama mereka yang proper di Tanah Air. Bisa dibilang demikian sebab di produk M6 inilah pertama kalinya Multi Purpose Electric Vehicle (MPEV) sejati benar-benar ada, sebelumnya belum ada MPEV lebih dari 5 seater dijual di Indonesia.

Cirinya ia punya format 6 hingga 7 tempat duduk dan memiliki desain bodi yang memanjang. Bicara tentang desain bodi, desain Classic Dragon Face ini menurut tim Auto Jago Indonesia akan mudah sekali untuk diterima konsumen di Tanah Air.
Profil atap yang rendah menimbulkan kesan dinamis sekaligus cantik saat dipandang mata, baik dari samping juga di bagian belakang semuanya terasa pas. Secara desain kami no complain! Sekarang mari kita masuk ke bagian dalam.
Sayangnya di bagian dalam kami teringat pada produk mobil asal Tiongkok lainnya yang sudah berumur lebih dari 5 tahun. Terutama desain lekuk-lekuk dashboard persis di depan kursi penumpang depan. Rasanya terlihat kuno.

Beruntung kursi pengemudi dan penumpang depan ini sudah bisa diatur secara elektrik. Dikombinasikan dengan pengaturan setir yang bisa diatur tinggi-rendah serta jangkauannya (tilt and telescopic) membuat posisi duduknya cukup nyaman.
Sayangnya posisi duduk yang rendah ini menurut kami bukan kegemaran konsumen di Tanah Air. Mengingat konsumen di Indonesia masih lebih menyukai posisi duduk yang tinggi dan commanding, tujuannya agar lebih terlihat jalanan di depan.

Desain tombol-tombol pengatur power window akan mengingatkan Anda pada salah satu mobil racikan Eropa. Kami menduga M6 ini masih dikembangkan bersamaan dengan pabrikan Jerman itu, atau minimal insinyur Engineering-nya orang Eropa.

Lanjut saja kita jalankan mobil. Injak pedal rem maka otomatis mobil sudah menyala. Pindahkan tuas selector transmisi ke posisi D maka mobil siap untuk dijalankan. Tandanya AC menjadi lebih dingin dan ada tanda READY di panel instrumennya.

Bicara soal panel instrumen, ia tampak terlalu sederhana seakan terbanting dengan desain layar yang bisa berotasi 90 derajat di bagian tengah itu. Pun demikian dengan icon-iconnya yang terlalu kecil membuat agak sulit saat dipantau mata dalam sekali lirikan.

Karena bertenaga listrik murni, torsi mobil ini begitu terasa saat pengemudi hendak melakukan aksi overtaking (menyalip). Injak agak dalam pedal akselerator maka mobil dengan cepat berlari. Wush-wush rasanya kencang dan menyenangkan sekali.
Pengendalian mobil ini terasa cukup baik dan terprediksi. Ini berkat suspensi rancangan BYD. Sekadar informasi Engineer BYD juga lah yang meracik suspensi-suspensi milik brand Denza yang mana positioning brand Denza itu berada di atas BYD.

Busa kursinya empuk saat diduduki, namun ini berimbas pada kenyamanannya saat mobil digunakan untuk perjalanan jauh. Kalau jalannya mulus-mulus saja it’s okay, tapi saat jalannya rusak atau bergelombang baru terasa bahwa kursi ini menurut kami agak kurang menopang badan dengan baik.
Hal itu baru terasa saat M6 ini kami ajak perjalanan jauh ke luar kota melewati beragam medan atau kondisi jalan. Ditambah lagi fakta bahwa tidak adanya footrest pada BYD M6 ini bikin kaki kiri tak bisa ‘istirahat’ dengan nyaman saat perjalanan jauh.

Ground Clearance mobil ini di atas kertas memang mencapai 180 mm alias 18 cm. Hanya saja karena wheelbase-nya panjang membuat Break Over Angle alias sudut tengah mobil ini terkadang mentok saat kami ajak BYD M6 Superior 6 Seater ini blusukan.
Kenapa mobil listrik seperti M6 ini kami ajak blusukan? Menurut redaksi kami hal ini penting. Sebuah mobil keluarga haruslah serbaguna. Ia bisa digunakan kemana saja serta untuk keperluan apa saja dalam keadaan apapun tanpa terkecuali.

Konsumsi energi listriknya juga biasa saja. Di dalam kota ia mampu mendapat angka antara 6,5 hingga 7,1 kilometer per kWh. Sebenarnya angka ini sudah cukup bagus untuk mobil dengan ukuran panjang 4,7 meter ini, tapi ada salah satu hal yang menurut kami sangat perlu diupgrade.

Yaitu adalah kemampuan Regenerative Braking mobil ini yang menurut tim redaksi kami masih agak lemah Jika berbicara kondisi ideal, kemampuan Regenerative Braking seharusnya bisa mencapai angka 1:1 (satu banding satu, satu hilang tergantikan satu).
Ini kami buktikan saat melewati rute naik-turun dalam durasi yang lama. Saat naik pasti tenaga listrik terkuras, namun saat melewati rute turunan yang panjang dan sembari menginjak pedal rem tidak serta merta mengembalikan energi listrik yang telah hilang.

Hal itu diperparah lagi dengan Feel Stroke atau injakan pedal rem terasa terlalu sensitif sehingga bagi beberapa pengemudi bisa membuat kaget dan kurang nyaman. Anda perlu beradaptasi ekstra dengan pedal rem ini bila ingin melakukan deselerasi dengan halus.
Lantas saat bermanuver di jalan sempit, meski sudah dilengkapi dengan kamera pintar yang menyala saat tuas sein diaktifkan, tapi pilar A yang rebah membuat area titik buta tetap terasa kendati sudah dibantu dengan kaca kecil untuk mengurangi Blind Spot.

Kami juga merasa bahwa fitur rem darurat otomatis (Autonomous Emergency Braking) harus dikalibrasi ulang agar jarak pengereman mobil terhadap objek di depan bisa lebih rapat sesuai dengan karakteristik lalu lintas di Indonesia.
Hal yang kami puji adalah Audio System mobil ini yang terasa baik. Meski saat menggunakan Android Auto pada Smartphone posisi layar LCD 12,8 inch di BYD M6 tidak bisa berotasi ke posisi vertikal yang mana posisi vertikal lebih membantu dalam melihat peta.

Tidak adanya ban cadangan juga menjadi concern kami pada mobil ini. Kondisi jalanan Indonesia yang masih random terutama di pelosok membuat potensi adanya kejadian tak terduga selalu ada. Jika ban sobek di bagian dinding maka tak bisa diganti karena M6 hanya menyediakan pompa elektrik dan cairan penambal ban saja.


Secara umum hal yang ditawarkan pada M6 ini hanya berkutat seputar value saja. Sebab di rentang harganya belum ada mobil yang menawarkan sebanyak fitur yang ditawarkan oleh BYD M6. Kami percaya BYD Motor Indonesia bisa menampilkan performa yang lebih baik lagi dari mobil ini. Kami harap ia mendapat upgrade seperti yang tim redaksi Auto Jago Indonesia sarankan.