VinFast Masuki Pasar Motor Listrik Indonesia, Siap Luncurkan Lini E-Scooter Juni 2026
James Obed
|20 Mei 2026

Jakarta - Upaya Indonesia dalam mendorong transisi menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan kini memasuki momentum penting, seiring para pelaku bisnis mulai menyelaraskan strategi mereka dengan visi jangka panjang pemerintah. Bagi VinFast, Indonesia bukan sekadar target ekspansi baru di Asia Tenggara, melainkan pasar strategis dengan potensi besar untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik, khususnya di segmen roda dua.
Rencana Indonesia mengurangi penggunaan motor bensin secara bertahap mulai mendapatkan dukungan industri, meski tantangan masih tetap ada.
Rencana pemerintah untuk secara bertahap mengurangi penggunaan sepeda motor berbahan bakar bensin mendapat dukungan dari berbagai pelaku industri, meski tantangan terkait infrastruktur, investasi, dan kesiapan konsumen masih menjadi perhatian utama. Kebijakan yang disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita tersebut menempatkan sepeda motor listrik sebagai salah satu pendorong utama percepatan elektrifikasi nasional.
Dengan lebih dari 120 juta sepeda motor yang saat ini beredar, Indonesia menjadi salah satu pasar roda dua terbesar di dunia. Meski demikian, adopsi sepeda motor listrik masih mencakup sebagian kecil dari angka tersebut, menunjukkan potensi pertumbuhan yang sangat besar. Namun, transisi ini bukan tanpa tantangan. Ketersediaan infrastruktur, keterjangkauan harga, serta kepercayaan konsumen masih menjadi faktor penentu yang akan memengaruhi tingkat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
VinFast memahami kondisi tersebut. VinFast Indonesia menilai bahwa dukungan pemerintah perlu diimbangi dengan pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi, mencakup pengembangan produk, pembangunan infrastruktur, hingga layanan purnajual. “Upaya percepatan elektrifikasi perlu didukung oleh kemudahan penggunaan dan nilai ekonomis yang nyata bagi konsumen,” ungkap Yordan Satriadi, CEO VinFast e-Scooter Indonesia.
Di tengah perkembangan tersebut, VinFast memosisikan diri bukan hanya sebagai pelaku industri, tetapi juga sebagai bagian penting dalam mendukung transformasi mobilitas hijau di Indonesia.
Dari Roda Empat ke Roda Dua: VinFast Perluas Kehadiran di Indonesia
Kendaraan VinFast kini telah hadir di jalanan Indonesia sebagai langkah awal perusahaan memasuki industri otomotif nasional. Namun, ambisi VinFast tidak berhenti di kendaraan roda empat.
Sepeda motor masih menjadi moda transportasi utama masyarakat Indonesia dan digunakan setiap hari untuk kebutuhan mobilitas, layanan antar, hingga transportasi online. Melihat besarnya potensi tersebut, VinFast kini bersiap memasuki salah satu segmen terbesar sekaligus paling kompetitif di pasar otomotif Indonesia.
VinFast mengonfirmasi akan resmi meluncurkan lini e-scooter di Indonesia pada Juni 2026. Konsumen sudah dapat melakukan pemesanan sejak awal pembukaan penjualan dengan pengiriman unit ditargetkan pada bulan yang sama. Pada tahap awal, VinFast akan menghadirkan model unggulan berbasis battery swapping, seperti Evo, Feliz II, dan Viper.
![]()
“Ini baru langkah awal. Sebagai bagian dari komitmen kami dalam memperluas portofolio produk, VinFast berencana menghadirkan total delapan model pada tahun ini guna membangun kehadiran yang kuat dan beragam di pasar Indonesia,” jelas Yordan.
VinFast tidak semata-mata berfokus pada harga, melainkan menekankan proposisi nilai yang lebih luas. Meski harga produk akan disesuaikan dengan kondisi pasar dan daya beli masyarakat Indonesia, perusahaan menilai konsumen saat ini semakin mempertimbangkan aspek kemudahan penggunaan jangka panjang serta total biaya kepemilikan.
Di segmen roda dua, VinFast memosisikan diri sebagai penyedia solusi mobilitas listrik yang praktis dan mudah diakses oleh masyarakat luas. Strategi perusahaan difokuskan pada penyediaan portofolio produk yang beragam di berbagai rentang harga, sehingga mampu menjangkau berbagai kebutuhan konsumen, mulai dari pelajar, pekerja profesional, hingga pelaku usaha dan operator armada komersial.
Tidak hanya menghadirkan kendaraan, VinFast juga terus membangun ekosistem pendukung yang mencakup solusi energi, layanan baterai, hingga layanan purnajual. “Kami tidak hanya menjual produk, tetapi juga mendampingi konsumen sepanjang kepemilikan kendaraan,” tambah Yordan.
Bangun Ekosistem Terintegrasi untuk Dorong Mobilitas Hijau
VinFast tengah mengembangkan ekosistem terintegrasi guna menjawab berbagai tantangan utama dalam adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
Salah satu fokus utama perusahaan adalah pembangunan infrastruktur baterai. VinFast akan mengimplementasikan model hybrid yang menggabungkan pengisian daya di rumah dan sistem battery swapping untuk memberikan fleksibilitas bagi pengguna dengan kebutuhan berbeda. Jaringan battery swapping ini akan dikembangkan bersama V-Green, dengan stasiun percontohan yang saat ini mulai dihadirkan di Jakarta menjelang peluncuran resmi.
Pada 2026, VinFast menargetkan pembangunan ribuan stasiun battery swapping di Jakarta dan berbagai kota besar lainnya. Pengembangan infrastruktur ini dilakukan secara paralel dengan ekspansi jaringan dealer dan distribusi kendaraan untuk memastikan kesiapan operasional.
Dari sisi jaringan penjualan, VinFast telah menggandeng puluhan mitra dealer di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali. Perusahaan menargetkan ekspansi hingga ratusan outlet di seluruh Indonesia pada akhir 2026, dengan fokus pada kualitas layanan purna jual.
Yang lebih penting, VinFast akan mengoperasikan jaringan dealer dan layanan terpisah untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan standar operasional dan kualitas layanan yang lebih optimal sesuai dengan kebutuhan masing-masing segmen.
VinFast juga membuka peluang integrasi e-scooter ke dalam layanan mobilitas, termasuk potensi kolaborasi bersama mitra ekosistem, seperti Green SM. Strategi ini bertujuan menyeimbangkan penjualan ritel dan kebutuhan armada komersial agar pertumbuhan keduanya dapat berjalan beriringan.
Untuk menjaga daya saing di tengah dominasi pemain lama dengan rantai pasok lokal yang kuat, VinFast menerapkan strategi lokalisasi secara bertahap. Pada tahap awal, perusahaan akan menggunakan skema Completely Built-Up (CBU) sebelum beralih ke perakitan lokal Completely Knocked Down (CKD) pada 2027.
“Pada tahap awal, daya saing kami dibangun melalui efisiensi operasional dan pengelolaan rantai berskala besar,” jelas Yordan. “Seiring meningkatnya tingkat lokalisasi, struktur biaya dan kemandirian rantai pasok kami juga akan semakin kuat.”
Pendekatan bertahap ini juga dirancang untuk membantu mengurangi risiko gangguan rantai pasok global serta volatilitas harga energi. VinFast menegaskan bahwa strategi harga perusahaan dibangun melalui efisiensi operasional dan integrasi ekosistem, bukan hanya bergantung pada insentif eksternal. Dengan demikian, perusahaan dapat menjaga stabilitas harga dan konsistensi pasokan dalam jangka panjang.
Ketahanan produk juga menjadi perhatian utama. E-scooter VinFast dirancang untuk mampu menghadapi karakteristik iklim tropis Indonesia, tingkat kelembapan tinggi, serta beragam kondisi jalan. Sebelum dipasarkan, setiap produk melalui proses pengujian yang ketat guna memastikan keandalan dalam penggunaan sehari-hari di kondisi nyata.
Komitmen jangka panjang untuk masa depan kendaraan listrik Asia Tenggara
![[VF ID] E-Scooter Photo 2.jpg.jpeg](https://cms.autojago.com/uploads/VF_ID_E_Scooter_Photo_2_jpg_2574f404d8.jpeg)
Bagi VinFast, Indonesia bukanlah inisiatif yang berdiri sendiri dalam strategi ekspansi global perusahaan. Indonesia menjadi salah satu dari lima pasar prioritas dengan potensi pertumbuhan tinggi, bersama Filipina, India, Thailand, dan Malaysia, yang akan menjadi fokus percepatan ekspansi lini e-scooter VinFast mulai 2026.
Di Indonesia sendiri, VinFast menargetkan spektrum konsumen yang luas, mulai dari pelajar, pekerja profesional, keluarga muda, hingga pekerja gig economy seperti pengemudi ride-hailing dan kurir. Bagi kelompok pengguna ini, efisiensi biaya dan keberlangsungan operasional menjadi pertimbangan yang sangat penting dalam memilih kendaraan sehari-hari.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, VinFast menghadirkan kebijakan baterai yang fleksibel, termasuk skema langganan baterai untuk menekan biaya awal pembelian serta solusi battery swapping guna meminimalkan waktu pengisian daya. Solusi ini dinilai sangat relevan bagi pengguna dengan mobilitas tinggi karena dapat meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi biaya.
Pada akhirnya, strategi VinFast menunjukkan pemahaman mendalam terhadap karakteristik mobilitas di Indonesia: skala pasar yang besar, kebutuhan akan kendaraan praktis, serta faktor keterjangkauan harus berjalan beriringan dengan pembangunan ekosistem yang kuat.
Melalui ekspansi ke segmen roda dua, VinFast memosisikan diri di pusat transformasi transportasi Indonesia, di mana sepeda motor masih mendominasi mobilitas harian dan elektrifikasi dapat memberikan dampak paling cepat dan nyata.
Seiring Indonesia terus mendorong agenda elektrifikasi nasional, pendekatan VinFast yang menggabungkan produk, infrastructure, dan pengembangan ekosistem menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan untuk ikut membentuk masa depan mobilitas di salah satu pasar paling dinamis di dunia.