Teknologi PHEV Jadi Solusi Mobilitas Modern, Hemat untuk Harian dan Siap Diajak Perjalanan Jauh
James Obed
|15 Juni 2026

Dalam beberapa waktu terakhir, biaya mobilitas menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia. Kenaikan harga bahan bakar non-subsidi yang dipengaruhi dinamika energi global membuat banyak konsumen mulai mempertimbangkan kembali pilihan kendaraan yang digunakan sehari-hari.
Tak hanya berfokus pada harga pembelian, masyarakat kini semakin memperhatikan efisiensi energi, biaya operasional, hingga pengeluaran perawatan jangka panjang. Pergeseran pola pikir ini membuat kendaraan dengan teknologi elektrifikasi semakin menarik, salah satunya adalah Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Berbeda dengan hybrid konvensional, teknologi PHEV memungkinkan baterai diisi langsung melalui sumber listrik eksternal. Dengan kapasitas baterai yang lebih besar, kendaraan dapat mengandalkan tenaga listrik untuk sebagian besar aktivitas harian, sementara mesin bensin akan bekerja ketika dibutuhkan tenaga tambahan atau saat daya baterai mulai berkurang.
Kombinasi tersebut menghadirkan keseimbangan antara efisiensi kendaraan listrik dan fleksibilitas kendaraan konvensional. Untuk penggunaan dalam kota, kendaraan PHEV mampu memberikan pengalaman berkendara yang lebih halus, senyap, dan responsif berkat penggunaan motor listrik sebagai penggerak utama.
Keunggulan ini menjadi semakin relevan mengingat mayoritas mobilitas harian masyarakat Indonesia berada di bawah 30 kilometer, bahkan sekitar 88 persen perjalanan tercatat kurang dari 60 kilometer per hari. Artinya, sebagian besar kebutuhan perjalanan harian sebenarnya dapat dipenuhi hanya dengan tenaga listrik tanpa harus mengandalkan bahan bakar.
Dari sisi biaya, penggunaan tenaga listrik juga menawarkan potensi penghematan yang signifikan. Dibandingkan kendaraan bermesin bensin konvensional, PHEV mampu menekan biaya energi harian sehingga memberikan keuntungan lebih besar dalam penggunaan jangka panjang.
Namun daya tarik utama teknologi ini tidak hanya terletak pada efisiensi. Saat dibutuhkan untuk perjalanan luar kota atau jarak jauh, mesin bensin akan aktif secara otomatis untuk mendukung performa kendaraan. Proses perpindahan antara tenaga listrik dan mesin bensin berlangsung secara halus tanpa mengganggu kenyamanan berkendara.
Konsep tersebut diterapkan pada LEPAS L8, SUV yang mengusung teknologi PHEV generasi terbaru. Kendaraan ini diklaim mampu menempuh lebih dari 100 kilometer dalam mode listrik murni, sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian masyarakat perkotaan.

Untuk perjalanan jarak jauh, kombinasi motor listrik dan mesin bensin memungkinkan LEPAS L8 menempuh jarak lebih dari 1.300 kilometer dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh. Jarak tersebut setara dengan perjalanan Jakarta-Bali atau Jakarta-Yogyakarta pulang pergi tanpa perlu melakukan pengisian energi ulang.
Selain itu, LEPAS L8 juga dibekali fitur Vehicle-to-Load (V2L) yang memungkinkan kendaraan berfungsi sebagai sumber listrik portabel untuk berbagai perangkat elektronik. Kehadiran fitur ini membuat kendaraan tidak hanya berperan sebagai alat transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup modern yang semakin fleksibel dan terhubung.
Dengan kombinasi efisiensi, kenyamanan, dan kemampuan perjalanan jarak jauh, teknologi PHEV kini menjadi salah satu solusi mobilitas yang semakin relevan bagi masyarakat yang ingin menikmati manfaat elektrifikasi tanpa mengorbankan fleksibilitas dalam berkendara.