Penjualan Mobil Listrik April 2026 Tembus Rekor 14.815 Unit, BYD Kembali Puncaki Peringkat
Felix Ganafi
|6 Juni 2026

Jakarta – Pasar mobil listrik di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang positif memasuki pertengahan 2026. Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan mobil listrik pada April 2026 mencapai 14.815 unit. Angka ini menjadi rekor tertinggi sepanjang tahun 2026 sekaligus melonjak sekitar 40% dibandingkan Maret 2026 yang hanya 10.572 unit.
Secara kumulatif, pangsa pasar kendaraan listrik nasional kini mencapai 18,34% dari total penjualan mobil di Indonesia. Capaian ini menegaskan bahwa mobil listrik semakin diterima oleh masyarakat.

BYD Kembali Puncaki Peringkat

Meskipun Jaecoo sempat menyalip BYD pada Maret 2026, peta persaingan berubah di bulan April. BYD kembali menjadi merek mobil listrik terlaris dengan wholesales mencapai 4.625 unit. Jaecoo menyusul di posisi kedua dengan 3.179 unit, diikuti Geely (1.703 unit), Wuling (1.073 unit), dan AION (884 unit).
Secara kumulatif Januari-April 2026, BYD masih memimpin sebagai pabrikan mobil China terlaris di Indonesia dengan 17.098 unit, disusul Jaecoo dengan 11.284 unit . Jaecoo J5 EV menjadi model andalan dengan harga mulai Rp249,9 juta untuk varian Standard dan Rp299,9 juta untuk Premium.
Insentif Mobil Listrik Ditunda ke Juli 2026
Pemerintah resmi menunda pemberian insentif mobil listrik berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) dari rencana awal Juni 2026 menjadi Juli 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan penundaan dilakukan untuk menyelesaikan sejumlah perhitungan terkait skema insentif.
Insentif ini hanya dialokasikan untuk mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV), tidak termasuk mobil hybrid. Besaran insentif berkisar antara 40% hingga 100% tergantung jenis baterai. Kuota awal disediakan untuk 100.000 unit mobil listrik.
Infrastruktur SPKLU Terus Bertambah

Untuk mendukung ekosistem mobil listrik, PLN meresmikan SPKLU ke-5.000 di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 20 Mei 2026. Fasilitas ini dilengkapi 2 unit Ultra Fast Charging 200 kW dan 6 unit Ultra Fast Charging 120 kW.
Dengan penjualan mobil listrik yang terus menanjak, insentif baru yang akan datang, serta infrastruktur yang masif, prospek industri mobil listrik di Indonesia sepanjang 2026 terbilang cerah. Persaingan antar merek pun diprediksi semakin ketat.