GWM Haval Jolion Ultra Hybrid-Rakitan Lokal
Laff Eskanda
|8 Juni 2025

GWM Indonesia terus menunjukkan keseriusannya dalam menggarap pasar otomotif nasional, khususnya di segmen kendaraan ramah lingkungan. Langkah terbarunya adalah dengan mengajukan Haval Jolion Ultra Hybrid Electric Vehicle (HEV) ke dalam skema insentif mobil hybrid yang dicanangkan oleh pemerintah melalui program PPnBM DTP (Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah).
Mobil hybrid ini sudah dirakit secara lokal sejak November 2024 di fasilitas GWM yang terletak di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat. Hingga pertengahan 2025, tercatat lebih dari 300 unit telah diproduksi dan dikirim ke pusat distribusi di Purwakarta.

Namun, untuk bisa memperoleh insentif sebesar 3 persen yang ditawarkan pemerintah, ada satu syarat utama yang harus dipenuhi: kendaraan harus memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen.
Martina Danuningrat, Strategy & Marketing Director GWM Indonesia, mengungkapkan bahwa saat ini tim internal GWM masih melakukan perhitungan terhadap TKDN Haval Jolion Ultra.
![]()
"Kami sudah mengajukan ke pemerintah, namun masih dalam tahap kalkulasi, terutama pada bagian komponen. Tapi dari sisi ban dan baterai, TKDN-nya sudah lumayan," Martina Danuningrat, Strategy & Marketing Director GWM Indonesia.
Meski potensi insentif ini dapat menurunkan harga jual, Martina belum bisa memastikan penurunan harga dalam waktu dekat. "Sekarang harganya Rp405 juta, dan dengan kualitas premium serta fitur ADAS terlengkap di kelasnya, kami rasa itu sangat kompetitif," ujarnya.

Sebagai informasi, kebijakan insentif hybrid ini sudah resmi berlaku di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini mencakup berbagai tipe kendaraan elektrifikasi, termasuk full hybrid, mild hybrid, dan plug-in hybrid.
Sebelumnya, beberapa merek seperti Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, Yaris Cross Hybrid, dan Honda CR-V Hybrid sudah lebih dulu mendapatkan manfaat dari insentif tersebut.

Dengan inisiatif ini, GWM tidak hanya ingin memperluas pasar, tetapi juga memperkuat komitmen terhadap pengembangan ekosistem mobil elektrifikasi di Indonesia.