Produksi Lokal GAC Aion UT Capai 2.000 Unit di Akhir 2025
Alvando Noya
|5 November 2025
Usai mengumumkan penyerahan unit Aion UT pada konsumen beberapa waktu lalu, GAC Indonesia targetkan akan memproduksi 2.000 unit hingga akhir tahun ini. Hal tersebut dilakukan demi memenuhi pemesanan Aion UT yang sudah dibuka sejak GIIAS 2025 lalu hingga saat ini dan juga Aion UT telah diproduksi secara lokal di fasilitas GAC Indonesia di Cikampek.
Pasalnya pihak GAC memastikan ada lebih dari 2.000 unit pemesanan Aion UT yang sudah tercatat dan dipastikan segera mendapatkan unitnya hingga akhir tahun ini. Pada penyerahan unit yang dilakukan beberapa waktu lalu tercatat ada 260 unit yang telah diserahkan ke konsumen dan juga jaringan dealer GAC Indonesia di seluruh kota besar.
![]()
“Sebenarnya yang menjadi fokus kami saat ini adalah Aion UT harus bisa produksi lebih dari 2.000 unit sampai Desember. Ini angka yang lagi kami kejar, sesuai dengan kapasitas pabrik kami, karena total pemesanan Aion UT itu sudah ribuan,” Andry Ciu, Chief Executive Officer GAC Indonesia.
Aion UT dipasarkan di Tanah Air dalam dua pilihan varian yakni Standard dan Premium dengan rentang harga Rp325 juta - Rp365 juta on the road Jakarta. Pada pemesanan hingga saat ini, varian tertinggi menjadi yang paling laris dengan presentase 90 persen dibandingkan model Standard.

Perbedaannya terletak pada kelengkapan fitur dan juga kemampuan jarak tempuh, varian Standard dibekali baterai 44 kWh dengan jarak tempuh maksimal 400km sementara Premium dibekali baterai 60 kWh yang sanggup berjalan maksimal hingga 500km. Selain itu, pada varian teratas Aion UT sudah dibekali dengan panoramic roof yang memberikan kesan mewah di dalam kabin. Di samping itu, pabrikan menyesuaikan beberapa spesifikasi pada Aion UT yang diproduksi lokal ini salah satunya adalah ketersediaan ban serep dan juga sambungan smartphone Android Auto ke layar hiburan.

“Salah satu improvement yang kita lakukan pada produk CKD adalah ketersediaan fitur Android Auto dan ban serep dengan konsep (space saver) yang menjawab kekhawatiran pengguna di Tanah Air," kata Iqbal Taufiqurrahman, Product Planning and Strategy GAC Indonesia.