CATL Hadirkan Baterai Tectrans II, Isi Daya Kendaraan Niaga Listrik 20-80 Persen Kurang dari 7 Menit
Felix Ganafi
|7 Juli 2026

CATL kembali menghadirkan inovasi di industri kendaraan listrik dengan meluncurkan Tectrans II, baterai terbaru yang dirancang khusus untuk kendaraan niaga ringan listrik (Light Commercial Vehicle/LCV). Teknologi ini menawarkan kemampuan ultra-fast charging dengan kecepatan puncak 8C, memungkinkan pengisian daya dari 20 persen hingga 80 persen hanya dalam 6 menit 48 detik.
Peluncuran Tectrans II menjadi langkah penting dalam mendukung operasional kendaraan logistik listrik yang membutuhkan waktu pengisian sesingkat mungkin. Dengan teknologi terbaru tersebut, pengisian penuh baterai dapat diselesaikan hanya dalam 8 menit 56 detik, mendekati waktu yang dibutuhkan saat mengisi bahan bakar kendaraan konvensional.
Sebelumnya, CATL telah memperkenalkan baterai Shenxing generasi ketiga untuk mobil penumpang pada April lalu yang mampu mengisi daya dari 10 persen ke 80 persen dalam 3 menit 44 detik. Berbeda dengan Shenxing yang berfokus pada performa mobil penumpang, Tectrans II dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial dengan mengutamakan kecepatan pengisian, daya tahan, dan keandalan operasional.

Salah satu keunggulan utama Tectrans II adalah usia pakainya yang panjang. CATL memberikan garansi hingga 10 tahun atau 1 juta kilometer, sehingga cocok digunakan oleh pelaku usaha yang mengoperasikan armada dengan intensitas tinggi.
Untuk mencapai ketahanan tersebut, CATL berhasil menurunkan hambatan internal sel baterai hingga 50 persen dibandingkan rata-rata industri. Teknologi ini mampu mengurangi panas saat proses fast charging, sekaligus meminimalkan kehilangan lithium melalui rekonstruksi antarmuka partikel grafit pada tingkat atom. Hasilnya, performa baterai tetap terjaga meski digunakan dalam siklus pengisian yang sangat intensif.
Tak hanya unggul dalam kondisi normal, Tectrans II juga dirancang tetap optimal di lingkungan bersuhu rendah. Pada temperatur minus 20 derajat Celsius, baterai ini hanya membutuhkan tambahan waktu sekitar 2 menit 30 detik dibandingkan kondisi normal untuk mencapai pengisian cepat. Kemampuan tersebut memastikan operasional logistik tetap berjalan tanpa gangguan meski menghadapi musim dingin ekstrem.

Untuk mendukung implementasi teknologi tersebut, CATL juga membangun jaringan stasiun ultra-fast charging yang terintegrasi dengan layanan battery swap. Infrastruktur ini dirancang agar dapat melayani kendaraan penumpang maupun kendaraan niaga ringan.
Stasiun pengisian tersebut dilengkapi ultra-fast charger dengan desain kabel yang disesuaikan untuk berbagai jenis kendaraan komersial, sehingga proses pengisian menjadi lebih praktis tanpa perlu memindahkan posisi kendaraan. Sepanjang tahun ini, CATL menargetkan pembangunan sekitar 4.000 stasiun terintegrasi di hampir 190 kota di China, sebagai upaya mempercepat adopsi kendaraan listrik komersial dan mendukung transformasi industri logistik yang lebih efisien.