BMW Indonesia Sambut Baik Tarif Impor Mobil Eropa Turun
Dino Harnanto
|14 Oktober 2025
Indonesia resmi menandatangani kesepakatan dagang Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dengan Uni Eropa. Perjanjian ini menjadi tonggak penting karena akan menghapus tarif bea masuk hingga 0 persen untuk 96% produk Eropa, termasuk mobil, dalam waktu lima tahun ke depan.
Salah satu pihak yang paling antusias menyambut kabar ini adalah BMW Group Indonesia. Menurut Peter “Sunny” Medalla, President Director BMW Group Indonesia, kebijakan penghapusan tarif ini akan menjadi langkah transformasional bagi pasar otomotif Tanah Air.

![]()
“Mulai 2027, kendaraan asal Eropa akan semakin kompetitif di Indonesia. Artinya, pelanggan akan lebih mudah mengakses mobil premium seperti BMW,” Peter “Sunny” Medalla, President Director BMW Group Indonesia.

Medalla menegaskan bahwa BMW siap menyesuaikan strategi bisnisnya mengikuti perubahan regulasi dan dinamika pasar. Fokus utama perusahaan tetap pada peningkatan nilai dan pengalaman pelanggan. Namun, penyesuaian harga masih akan bergantung pada banyak faktor lain seperti logistik, pajak lokal, dan nilai tukar.
“Penurunan harga bukan hanya soal angka, tapi juga tentang bagaimana kami bisa tetap menjaga kualitas premium dan layanan khas BMW,” tambahnya.

Dari sisi pasar, data Gaikindo mencatat BMW berhasil menjual 980 unit secara wholesales dan 1.537 unit secara ritel pada periode Januari–Agustus 2025. Angka ini menunjukkan permintaan kendaraan premium masih stabil, bahkan sebelum kebijakan bea masuk nol persen benar-benar berlaku.
Kebijakan IEU-CEPA diharapkan bukan hanya mendorong pertumbuhan penjualan mobil Eropa, tetapi juga memperkuat daya saing sektor otomotif nasional melalui peningkatan investasi dan inovasi teknologi. Jika berjalan sesuai rencana, mulai 1 Januari 2027, bea masuk untuk mobil asal Uni Eropa akan resmi dihapuskan, dan konsumen Indonesia bisa menikmati kendaraan Eropa dengan harga yang lebih bersahabat.

Bagi generasi milenial yang mulai mengincar mobil premium, ini bisa menjadi momen yang tepat untuk menunggu “gelombang baru” mobil Eropa yang lebih terjangkau dan tetap berkelas.